Membantu Negara Nguruk Tanah Untuk Kopdes Malah Di Serang Oleh Media Bodrek Edi Putra

Membantu Negara Nguruk Tanah Untuk Kopdes Malah Di Serang Oleh Media B
02-Aug-2026 | sorotnuswantoro Jepara

Membantu Negara Nguruk Tanah Untuk Kopdes Malah Di Serang Oleh Media Bodrek Edi Putra

Hak jawab, Jepara

Rabu (29/7/2026) melihat di pemberitaan media online perihal pengurukan lahan kopdes desa tedunan kecamatan kedung.

Kita memberikan klarifikasi dan menceritakan kronologi, ramainya pembangunan kopdes sebagai program unggulan presiden prabowo. Salah satu bangunan kopdes di desa tedunan terhenti pembangunan kira-kira sejak bulan september tahun 2025 sampai bulan febuari 2026 karena terkendala lahan Uruk yang lagi santernya disorot tentang tanah galian c ilegal di Jepara.

Para penguruk tidak mau dan mampu nguruk karena minimnya bujet dana untuk urukan, kalau dana itu di buat sewa 2 alat berat dan mobil 2 dum truk untuk mobilisasi 1 minggu saja masih kurang. Sedang proses pengerjaan urukan itu berkisar antara kurang lebih 8 harinan.

Niat baik membantu program prioritas presiden Prabowo Subianto, Karena kendala minimnya bujet urukan dan susahnya tanah uruk dengan biaya semurah itu.dan telah dapat diatasi dengan kolaborasi antar Lembaga negara yaitu BBWS dan TNI serta koordinasi dengan pemerintah Desa Tedunan, Telah diserang dan dirusuhi diduga jadi Londo Ireng penghianat dan pemecah bangsa yaitu oknum Media bodrek ataupun oknum wartawan bodrek Edi Putra warga kelurahan Jobokuto yang selama ini menggantungkan hidupnya dari keliling ider batok dengan bermodalkan KTA Media.

Karena kepedulian dan jiwa merah putih ingin membantu program negara, kita melihat mandeknya bangunan kopdes itu trus tergerak dan sinergi komunikasi dengan pihak TNI baik kodim maupun dandim trus ke babinsa setempat, Lanjut ke pihak konsultan dan pihak desa tedunan serta pihak lapangan bbws Jepara.

Setelah komunikasi kita mulai membuat surat pemberitahuan kepada pihak bbws dengan tertulis sesuai petunjuk dari orang bbws ditujukan kepada bbws dan pemberitahuan desa.

Karena minimnya bujet angka untuk urukan itupun kita menunggu proses realisasi hampir 1 bulan. Sambil menunggu kita mulai berpikir tehnis agar bujet itu bisa menyelesaikan kerjaan dan biaya jaga 2 orang lokal situ.

Awal kita mau nguruk komunikasilah dengan salah satu anggota BPD nama populernya Riskin yang dulu pernah aktif di lembaga KAWALI yang aktif menyoroti tentang lingkungan.

Karena Riskin sebagai anggota BPD pasti paham tentang seluk beluk wilayah Desa Tedunan. rencana untuk nguruk kita ambil tanah bondo Desa timur Kopdes karena nyukupno bujet urukan dan tidak kena biaya mobilisasi dum truk.tapi pihak desa tidak boleh dan kita tidak jadi ambil tanah disitu.

Lalu anggota Riskin BPD memberi solusi untuk ngeruk kolam lahan 2 kotak dipinggir kali Milik BBWS yang digunakan untuk kandang kambing dan kandang Bebek dan Ayam.dan diduga Riskin selama menempati lahan-lahan BBWS diduga tidak mempunyai maupun mengantongi ijin resmi maupun pemberitahuan hak guna pakai lahan BBWS.

Karena minimnya bujet urukan kita tidak jadi mengambil tanah dan memperdalam kolam Riskin karena tanah lumpur itu tidak bisa di pakai untuk nguruk. Dan Riskin menawarkan upah untuk mengeruk kolamnya dengan upah 1 ekor kambingnya dan kita tidak sanggup, karena untuk sewa alat 1 hari dan mobnya masih Minus.

Setelah itu kita cari solusi lain cari lahan yang dekat dengan kopdes yang lebih dekat dan jaraknya tidak sampai 1 KM dan setelah itu kita mulai bekerja nguruk kopdes.

Alhamdulillah pekerjaan nguruk selesai rampung dan ada beberapa penguruk bilang mosok iso rampung atau nanti separo kerjaan ditinggal. Tapi nyatanya kerjaan selesai dan pembangunan kopdes bisa jalan dan rampung dan jadi bangunan.

Pada saat proses urukan Riskin BPD pernah ngomong minta ke kita tanah 1 dum untuk jalan pinggir gang, Tapi kita tidak berani dikira nanti kita menjual tanah negara.

Diduga karena Riskin BPD tidak dikasih tanah 1 dum truk itu dia didatangi oleh 2 orang oknum wratawan bodrek yang kerjanya minta poin 30 rb sampai 50 rb dibagi berdua sebut saja ED warga jobokuto.

Karena diduga motif sakit hati Riskin didatangi oknum ED yang memang suka mencari-cari kesalahan dan meminta poin untuk menopang ekonominya

Sedangkan Riskin BPD hanya mendengar pada saat narsum Samiun datang kerumah Riskin, Dari hasil konfirmasi dengan narsum Samiun, Udah menganggap selesai urusan kekurangan uang jaga. Karena itu semua hanya mis komunikasi dan selisih hitungan saja.

Media sorotnuswantoro

Tags