Bank Indonesia Jateng Perluas Akseptasi Qris Lewat Pi kekda, Desa Wisata Talunombo Wonosobo Jadi Lokasi Percontohan

Bank Indonesia Jateng Perluas Akseptasi Qris Lewat Pi kekda, Desa Wisa
13-Jan-2026 | sorotnuswantoro Wonosobo

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi daerah melalui digitalisasi sistem pembayaran. Salah satu upaya strategis tersebut diwujudkan melalui Program Implementasi Kebijakan Ekonomi Keuangan Daerah (PI-KEKDA) yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan terukur.

Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia Jawa Tengah terlebih dahulu melakukan pemetaan potensi wilayah secara komprehensif serta asesmen mendalam terhadap calon penerima program. Proses ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek krusial, mulai dari kesiapan infrastruktur pendukung, kebutuhan sarana dan prasarana, hingga potensi dampak program terhadap peningkatan penggunaan instrumen pembayaran digital, khususnya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa penyaluran Program PI-KEKDA benar-benar tepat sasaran, relevan dengan kebutuhan daerah, serta mampu memberikan nilai tambah yang nyata dan berkelanjutan bagi perekonomian lokal.

Pendekatan Komprehensif dan Berbasis Kebutuhan Daerah

Pemilihan calon penerima Program PI-KEKDA tidak dilakukan secara instan. Bank Indonesia Jawa Tengah menerapkan pendekatan yang sistematis dan berlapis, diawali dengan pemetaan awal potensi wilayah. Tahapan ini kemudian dilanjutkan dengan asesmen lapangan atau onsite visit untuk melihat secara langsung kondisi faktual di lapangan.

Selain itu, tim Bank Indonesia juga melakukan in-depth interview dengan para pemangku kepentingan, pengelola, serta pelaku usaha setempat guna menggali kebutuhan riil, tingkat kesiapan, dan komitmen dalam mengadopsi sistem pembayaran digital. Seluruh hasil temuan tersebut selanjutnya dianalisis secara menyeluruh untuk memastikan kesesuaian program yang akan diberikan.

Melalui mekanisme tersebut, Bank Indonesia memastikan bahwa dukungan PI-KEKDA tidak bersifat seremonial semata, melainkan mampu memberikan dampak konkret terhadap peningkatan aktivitas ekonomi, efisiensi transaksi, serta percepatan digitalisasi di daerah.

Pokdarwis Lestari Talunombo Jadi Penerima PI-KEKDA

Salah satu penerima Program PI-KEKDA dalam perluasan akseptasi digital tahun ini adalah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lestari, Desa Wisata Talunombo, Kabupaten Wonosobo. Desa wisata ini dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas, sekaligus kesiapan untuk mengadopsi transaksi non-tunai melalui QRIS.

Pemilihan Desa Wisata Talunombo didasarkan pada potensi sektor pariwisata yang terus berkembang, tingginya interaksi transaksi antara wisatawan dan pelaku usaha lokal, serta komitmen pengelola desa wisata dalam mendorong modernisasi sistem pembayaran. Dengan dukungan PI-KEKDA, diharapkan seluruh ekosistem wisata di Talunombo, mulai dari tiket masuk, kuliner, produk UMKM, hingga jasa wisata, dapat bertransaksi secara digital.

Dorong Transaksi Non-Tunai dan Daya Saing Pariwisata Desa

Melalui implementasi QRIS di Desa Wisata Talunombo, Bank Indonesia Jawa Tengah berharap dapat mendorong peningkatan transaksi non-tunai yang lebih aman, cepat, dan efisien. Digitalisasi pembayaran ini juga dinilai mampu meningkatkan transparansi keuangan, memperluas inklusi keuangan, serta mempermudah pencatatan transaksi bagi pelaku UMKM dan pengelola wisata desa.

Lebih jauh, penerapan QRIS di kawasan wisata desa diyakini dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang kini semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital. Hal ini sekaligus memperkuat daya saing desa wisata dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen di era ekonomi digital.

Komitmen Bank Indonesia Perkuat Ekonomi Daerah

Program PI-KEKDA merupakan salah satu bentuk sinergi Bank Indonesia dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan memadukan kebijakan ekonomi keuangan daerah dan digitalisasi sistem pembayaran, Bank Indonesia berupaya menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat, adaptif, dan berdaya saing.

Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah akan terus memperluas implementasi PI-KEKDA ke berbagai sektor dan wilayah potensial lainnya. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital daerah, memperkuat peran UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang lebih merata dan berkelanjutan.

Tags