Pelantikan Ketua Baru Dpd Knpi Bandung Barat: Terwujudnya Pusat Konsolidasi Pemuda Untuk Masa Depan

Pelantikan Ketua Baru Dpd Knpi Bandung Barat: Terwujudnya Pusat Konsol
22-Dec-2025 | sorotnuswantoro Bandung Barat

Senin, 22 Desember 2025, DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bandung Barat mengadakan pelantikan ketua baru periode 2025-2028 di Komplek Belroom, Gedung Pemda Bandung Barat Lantai 4 Gedung B.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Bupati Bandung Barat Bapak Jeje Ritchie Ismail, Wakil Bupati Bapak Haji Asep Ismail, Sekda Bapak Adek Zakir, beberapa Kepala Dinas, Camat se-Bandung Barat, instansi pemerintah daerah (OPD), organisasi masyarakat (ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan pejabat operasional kepolisian (OKP) di wilayah Bandung Barat, yang semua hadir untuk menyaksikan peristiwa penting ini.

Selama acara, pemerintah Pemda Bandung Barat menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi wadah kelahiran gagasan kepemimpinan dan pusat konsolidasi antar organisasi. Menurut mereka, masa depan Bandung Barat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia saat ini, terutama pemuda yang harus mampu beradaptasi dengan tantangan dari lapangan pekerjaan dan perkembangan teknologi. Diharapkan KNPI sebagai organisasi pemuda bisa menjadi wadah agar para pemuda bisa maju bersama-sama membangun bagian barat Jawa Barat. Juga disampaikan bahwa kepemimpinan lama meninggalkan banyak pekerjaan rumah (PR) yang perlu diselesaikan, seperti kondisi jalanan yang masih buruk, bangunan yang belum selesai, dan alun-alun yang masih perlu diperbaiki. Bupati berjanji bahwa pembangunan jalan akan dilanjutkan pada tahun 2026 dan dengan dana yang tersedia, semua PR akan diselesaikan perlahan namun pasti agar masyarakat merasakan manfaat pembangunan.

Menjelang tahun baru dan momen Natal -Tahun Baru (NATARU), Bupati berencana untuk berkeliling titik-titik yang rawan kemacetan dengan mengendarai sepeda motor, dan mengundang teman-teman media serta siapa pun yang ingin ikut untuk memeriksa secara langsung titik-titik kemacetan dan menghitung berapa ruas yang terkena dampak. Selain itu, salah satu permasalahan yang akan ditangani adalah fenomena "getok parkir" yang sering terjadi di Lembang pada momen liburan, yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Pemda akan berkoordinasi dengan aparat setempat untuk menangani masalah ini dan memberikan perhatian khusus terhadap fasilitas parkir baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bagi para pengunjung.

Tags