Festival Literasi Batang 2026: Gerakan Sak Minggu Sak Buku Perkuat Karakter Anak Sejak Dini

Festival Literasi Batang 2026: Gerakan Sak Minggu Sak Buku Perkuat Kar
17-Sep-2026 | sorotnuswantoro BATANG JAWA TENGAH

Batang, Komunitas literasi di Kabupaten Batang terus bergerak maju demi mencetak generasi masa depan yang cerdas dan berkarakter. Melalui gerakan "Sak Minggu Sak Buku", sebuah diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD) strategis digelar bersama para pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), pengurus Forum TBM, serta guru PAUD. Acara ini berlangsung di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Batang pada Rabu (16/9/2026).

Diskusi intensif yang menjadi bagian dari Festival Literasi 2026 ini berfokus pada pentingnya menanamkan kebiasaan membaca sejak usia dini. Langkah ini dinilai sebagai pilar utama untuk membangun masyarakat Kabupaten Batang yang lebih maju, kreatif, dan siap bersaing di masa depan.

Pentingnya Literasi di Era Kecerdasan Buatan (AI)

Bunda Literasi Batang, Faelasufa Faiz, menegaskan bahwa kemampuan literasi adalah fondasi paling dasar bagi anak-anak untuk menghadapi tantangan zaman, terutama di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Membaca buku sejak kecil terbukti efektif melatih daya pikir analitis, kreativitas, ketangguhan (resiliensi), serta rasa peduli (empati) anak melalui kisah-kisah yang mereka baca.

"Masyarakat dengan tingkat literasi yang tinggi akan lebih cakap dalam mengolah informasi dan berpikir kritis. Membaca juga membentuk karakter yang kuat serta menumbuhkan empati pada anak-anak kita. Dari proses membaca inilah kemampuan berpikir kritis, analisis, dan kesadaran diri (self-awareness) anak akan berkembang optimal," ujar Faelasufa.

Kolaborasi Jadi Kunci Sukses

Lebih lanjut, Faelasufa mengingatkan bahwa program "Sak Minggu Sak Buku" tidak akan sukses tanpa adanya kerja sama yang solid. Sinergi antara sekolah, perpustakaan desa, dan komunitas baca sangat diperlukan. Mengingat jumlah buku di beberapa sekolah masih terbatas, kerja sama dengan perpustakaan daerah dan TBM menjadi solusi penting untuk menyediakan variasi bacaan yang menarik bagi anak-anak.

"Tujuan utama kami menginisiasi gerakan 'Sak Minggu Sak Buku' adalah untuk membangun kolaborasi erat antara pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah. Kami berharap kerja sama ini mampu melahirkan generasi unggul Batang yang siap bersaing di dunia industri," pungkasnya.

Tags