Gebyar Posyandu Aktif Di Kunjang Dinkes Kediri Dorong Warga Rutin Manfaatkan Layanan Ilp

Gebyar Posyandu Aktif Di Kunjang Dinkes Kediri Dorong Warga Rutin Manf
08-Sep-2026 | sorotnuswantoro Kediri

Gebyar Posyandu Aktif di Kunjang, Dinkes Kediri Dorong Warga Rutin Manfaatkan Layanan ILP

KEDIRI – Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri terus mendorong masyarakat agar lebih aktif memanfaatkan pelayanan Posyandu. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Penggerakan Posyandu Aktif yang dikemas dalam Gebyar Posyandu di Posyandu Cempaka, Dusun Kapas, Desa Kapas, Kecamatan Kunjang.

Kegiatan ini melibatkan lintas sektor, mulai dari pemerintah kecamatan dan desa, TP PKK, Puskesmas Kunjang, kader kesehatan hingga masyarakat. Lebih dari 185 peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dikemas edukatif dan interaktif.

Kepala Tim Kerja Promosi Kesehatan (Katimker Promkes) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Enny Soehartini, S.KM, mengatakan gerakan Posyandu Aktif merupakan upaya untuk menggerakkan masyarakat agar hadir dan memanfaatkan pelayanan Posyandu secara rutin.

“Gerakan Posyandu Aktif ini untuk menggerakkan warga supaya hadir di Posyandu. Kegiatan di Kunjang ini juga menjadi salah satu contoh untuk memberikan gambaran kepada wilayah lain,” jelas Enny saat diwawancarai media.

Menurutnya, Posyandu Cempaka dipilih sebagai lokasi kegiatan karena telah melaksanakan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Melalui ILP, pelayanan Posyandu tidak hanya menyasar bayi dan balita, tetapi mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari bayi, anak, remaja, usia produktif hingga lanjut usia.

Enny juga menyampaikan pesan kepada seluruh Posyandu di wilayah Kabupaten Kediri agar terus berupaya menerapkan pelayanan ILP.

“Pesan kami untuk Posyandu di wilayah Kediri, harap semuanya melakukan pelayanan ILP,” tegasnya.

Selain pelayanan kesehatan, kegiatan juga diisi senam, talkshow kesehatan, edukasi gizi, cerdas cermat hingga gerakan “Seribu Sayur, Sejuta Manfaat”.

Menurut Enny, kegiatan membawa dan saling berbagi sayuran tersebut merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat sekaligus bagian dari gerakan hidup bersih dan sehat.

“Sayur-sayur ini merupakan sumber pemberdayaan masyarakat. Ini inisiatif warga, mereka mengumpulkan sayur, kemudian dibagi-bagikan, dimasak sendiri, bahkan saling tukar sayur,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi contoh bahwa Posyandu dapat dikembangkan tidak hanya sebagai tempat mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai ruang untuk menggerakkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan semakin aktifnya warga datang ke Posyandu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri berharap pelayanan kesehatan berbasis masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau seluruh kelompok usia.

(Frn)

Tags