Kades Gembleb Bantah Isu Penyimpangan Dana Desa, Tegaskan Bumdes Berjalan Baik Dan Siap Diaudit

Kades Gembleb Bantah Isu Penyimpangan Dana Desa, Tegaskan Bumdes Berja
17-Jun-2026 | sorotnuswantoro Tulungagung

Trenggalek – Menanggapi pemberitaan yang beredar terkait tuntutan audit Dana Desa dan pengelolaan BUMDes Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan, Kepala Desa Gembleb, Suwito, memberikan klarifikasi bahwa informasi yang berkembang di masyarakat tidak sepenuhnya benar.

Suwito justru mengapresiasi langkah media yang telah datang untuk melakukan konfirmasi secara langsung. Namun, saat itu dirinya tidak dapat memberikan penjelasan secara rinci karena baru pulang dari rumah sakit dan sedang menjalani pemulihan kesehatan.

"Saya berterima kasih kepada rekan-rekan media yang sudah datang untuk mengonfirmasi langsung. Saat itu saya memang sedang sakit dan baru pulang dari rumah sakit sehingga belum bisa memberikan penjelasan secara lengkap," ujar Suwito.

Terkait tuntutan audit yang disampaikan sejumlah warga, Suwito menegaskan Pemerintah Desa Gembleb tidak memiliki keberatan apabila dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat maupun instansi yang berwenang.

"Kami siap diperiksa Inspektorat maupun lembaga pengawas lainnya. Ini uang pemerintah dan penggunaannya harus bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Mengenai penyertaan modal BUMDes tahun 2025 sebesar Rp204.713.600 yang menjadi sorotan dalam pemberitaan sebelumnya, Suwito menjelaskan bahwa dana tersebut masih utuh dikelola oleh BUMDes dan digunakan sesuai peruntukannya.

Menurutnya, kegiatan BUMDes saat ini difokuskan pada program ketahanan pangan (Ketapang), khususnya di bidang pertanian. Alokasi modal digunakan untuk pengadaan bibit pertanian, obat-obatan pertanian, serta pengembangan aplikasi penunjang usaha.

"BUMDes berjalan dengan baik. Dana penyertaan modal digunakan untuk program ketahanan pangan berupa penyediaan bibit pertanian, obat-obatan pertanian, dan aplikasi. Dana modal tersebut tetap utuh dikelola oleh BUMDes," jelasnya.

Selain itu, keberadaan BUMDes juga telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes). Dalam satu tahun terakhir, BUMDes disebut mampu menyumbang pemasukan sekitar Rp4 juta kepada desa.

Suwito berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum memperoleh informasi secara utuh. Ia menegaskan Pemerintah Desa Gembleb tetap terbuka terhadap pengawasan serta siap memberikan penjelasan kepada pihak-pihak yang membutuhkan informasi terkait pengelolaan Dana Desa maupun kegiatan BUMDes.

"Kami terbuka terhadap kritik dan pengawasan. Yang terpenting semua informasi disampaikan secara lengkap agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat," pungkasnya.

Tags