Desa Kertamulya Gelar Rembug Stunting, Susun Program Prioritas Untuk Cegah Kerawanan Gizi
Padalarang, 15 Juni 2026 – Pemerintah Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, menggelar kegiatan Rembug Stunting pada Senin (15/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Kertamulya ini dihadiri oleh kader Posyandu, pengurus PKK, tokoh masyarakat, serta dihadiri langsung oleh Camat Padalarang Hendi Setiadi, S.SP., M.Si, dan jajaran Forkopimcam setempat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penyusunan program dan anggaran desa tahun 2026, dengan fokus utama pada upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

Kepala Desa Kertamulya Parhan Fauzi S.Kom.,M.IP.,N.LP. dalam sambutannya menyatakan bahwa penanganan stunting menjadi salah satu prioritas utama dalam penggunaan dana desa. “Rembug stunting ini kami adakan untuk dua tujuan utama: pertama, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program penurunan stunting sepanjang tahun 2025, dan kedua, merumuskan program-program prioritas yang nantinya akan kami masukkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBD) tahun 2027. Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak nyata dan mampu menekan angka kerawanan stunting di desa kami,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan data perkembangan kondisi gizi anak di Desa Kertamulya berdasarkan laporan dari kader walidata di lingkungan RW 1 hingga RW 26. “Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ditemukan kasus anak yang masuk kategori stunting. Namun, kami tetap mewaspadai adanya potensi kerawanan. Untuk kelompok yang terindikasi rawan, kami langsung melakukan intervensi secara menyeluruh, tidak hanya dari pemerintah desa, tetapi juga melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas hingga Dinas Kesehatan Kabupaten,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan kasus gizi buruk maupun masalah kesehatan serius pada ibu hamil di wilayah tersebut. Hal ini berkat kerja sama yang baik dengan berbagai pihak, termasuk dukungan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dari Graha Medika, penyelenggaraan kelas ibu hamil, serta pemberian Makanan Tambahan (PMT) secara berkala.
“Kami juga menghimbau seluruh warga untuk aktif melaporkan jika menemukan ada keluarga yang membutuhkan perhatian khusus terkait gizi anak maupun kesehatan ibu hamil. Harapan kami, seluruh pemangku kepentingan yang hadir hari ini terus bersemangat dan berperan aktif di lapangan, agar anak-anak di Desa Kertamulya tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari masalah gizi. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih memperhatikan asupan gizi bagi anak, ibu hamil, dan remaja, agar risiko stunting dapat dicegah sejak dini,” pungkas kepala desa.