Gubernur Khofifah Lepas 898 Pelajar Smk Tulungagung Magang Ke Luar Negeri Tulung Agung Sebanyak 8
Tulung agung - Sebanyak 898 pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) asal Kabupaten Tulungagung bersiap melebarkan sayap ke kancah internasional. Para pelajar ini dijadwalkan berangkat ke delapan negara tujuan untuk mengikuti program magang kerja serta menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) profesional.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, merinci bahwa Tulungagung menyumbang angka yang signifikan dalam program pemberangkatan tenaga kerja terdidik tahun ini. Dari total 4.920 siswa se-Jawa Timur yang akan bertolak ke luar negeri, sebanyak 898 di antaranya berasal dari SMK negeri maupun swasta di Tulungagung.
Secara keseluruhan, Jawa Timur memberangkatkan 3.186 siswa untuk program magang, sementara 1.734 lulusan lainnya kembali berangkat sebagai PMI. Aries menegaskan bahwa program ini merupakan jalur resmi untuk menguji kompetensi siswa di pasar kerja
Ini khusus pelajar SMK yang mengikuti magang kerja dan alumni yang kembali berangkat sebagai PMI," ujar Aries di Tulungagung, Kamis (14/5/2026).
Para pelajar ini akan tersebar di delapan negara mitra, yakni Jepang, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Turki, Dubai, Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan. Dari seluruh destinasi tersebut, Jepang menjadi negara tujuan utama dengan jumlah penempatan terbanyak.
Sektor pekerjaan yang akan ditekuni para siswa pun sangat beragam dan modern. Mulai dari perhotelan, industri, teknologi, farmasi, hingga spesialisasi tenaga kerja yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
"Masa kontrak kerja berlangsung selama tiga hingga lima tahun sesuai kesepakatan perusahaan," tambah Aries.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa pemberangkatan ini akan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Berdasarkan instruksi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), jadwal resmi pemberangkatan ditetapkan pada 20 Mei 2026 mendatang.
Khofifah memastikan seluruh peserta telah melewati seleksi ketat dan persiapan matang di pusat pelatihan atau Training Center yang berlokasi di Kelurahan Ketintang, Surabaya. Di sana, para siswa digembleng secara fisik, mental, hingga kemampuan bahasa.
"User atau perusahaan luar negeri memiliki kriteria standar yang sangat tinggi," tegas Khofifah.
Menurutnya, pelatihan intensif tersebut bertujuan agar pelajar Jawa Timur memiliki daya saing dan kedisiplinan yang mumpuni sebelum terjun langsung ke dunia industri internasional. Hal ini dilakukan agar para siswa mampu beradaptasi dengan budaya kerja di negara tujuan masing-masing.
"Mereka dilatih agar memiliki bekal kompetensi dan kedisiplinan sesuai standar global," pungkas Gubernur Khofifah.
(Frn)