Gubernur Jatim Ibu Khofifah Salurkan Bantuan Sosial Untuk 350 Warga Tulungagung, Plt Bupati Ahmad Ba
Tulungagung-,Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program penyaluran bantuan sosial bertajuk Sapa Bansos yang digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kabupaten Tulungagung, Kamis (14/5/2026).
Bantuan sosial tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada ratusan penerima manfaat dari berbagai program sosial di Kabupaten Tulungagung.
Kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur beserta jajaran, unsur Forkopimda Kabupaten Tulungagung, Penjabat Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, Kepala Bank Jatim Cabang Tulungagung, seluruh camat se-Kabupaten Tulungagung, Ketua Muslimat NU Cabang Tulungagung, hingga para pilar sosial seperti SDM PKH, TKSK, TAGANA, dan tim Jatim Social Care.
Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap masyarakat Tulungagung. Menurutnya, kehadiran langsung Gubernur Khofifah menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kehadiran Ibu Gubernur secara langsung di tengah masyarakat Tulungagung merupakan bentuk perhatian dan kepedulian nyata Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap kesejahteraan warga,” ujar Ahmad Baharudin.
Ia menjelaskan, kegiatan Sapa Bansos tahun 2026 ini diikuti sekitar 350 peserta dan penerima manfaat yang berasal dari berbagai elemen masyarakat serta tenaga pendukung pelayanan sosial.
Adapun rincian penerima bantuan meliputi 25 penerima PKH Plus, 5 penerima ASPD, 98 penerima program Putri Jawara, 100 anggota Kelompok Ekonomi, 50 penerima Zakat Produktif, 10 penerima manfaat Jatim Puspa, dan 10 anak yatim.
Selain itu, kegiatan juga melibatkan para pilar sosial yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat, yakni 10 orang TKSK, 10 SDM PKH, 10 personel TAGANA, dan 12 anggota tim Jatim Social Care.
Ahmad Baharudin menegaskan bahwa bantuan sosial yang disalurkan tidak hanya sebatas bantuan materi, namun juga menjadi upaya pemerintah dalam memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Ia pun mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin baik antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, Ahmad Baharudin berpesan kepada seluruh penerima manfaat agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan dengan bijak dan sesuai kebutuhan.
“Khusus untuk para pilar sosial seperti TKSK, TAGANA, SDM PKH, dan Jatim Social Care, teruslah semangat menjadi ujung tombak pelayanan sosial di lapangan demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan sosial merupakan bagian dari amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.
Menurut Khofifah, seorang pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menggunakan anggaran negara maupun daerah demi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, program bantuan sosial harus dilakukan secara terpadu antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten agar saling melengkapi.
“Seorang pemimpin yang baik adalah yang mampu membelanjakan anggaran daerah maupun anggaran negara untuk kesejahteraan masyarakatnya. Maka yang kami lakukan adalah bersinergi dengan program pusat, program kabupaten, dan program provinsi agar semuanya saling melengkapi,” tutur Khofifah.
Melalui program Sapa Bansos ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap bantuan yang diberikan mampu membantu meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi warga Tulungagung.
(Frn)