3.000 Jamaah Haji Jember Dilepas, Muhammad Fawait Titip Doa Dan Tegaskan Arah Pembangunan

3.000 Jamaah Haji Jember Dilepas, Muhammad Fawait Titip Doa Dan Tegask
04-May-2026 | sorotnuswantoro Jember

JEMBER, 4 Mei 2026 – Tangis haru, lantunan doa, dan semangat ibadah berpadu dalam momen pelepasan ribuan jamaah calon haji Kabupaten Jember di Gedung Serbaguna Kaliwates, Senin (4/5). Sebanyak 2.987 jamaah resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci, menandai salah satu gelombang haji terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak awal acara, suasana khidmat langsung terasa saat sholawat haji yang dipimpin KH. Badrus Shodiq menggema, mengiringi langkah para calon tamu Allah yang bersiap menunaikan rukun Islam kelima.

Pelepasan dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama jajaran Forkopimda. Dalam momen tersebut, Gus Fawait tak hanya melepas jamaah, tetapi juga menitipkan pesan penting yang menyentuh sekaligus tegas.

“Kesehatan adalah kunci. Jangan abaikan kondisi fisik selama di Tanah Suci. Dan kami mohon, doakan Indonesia tetap aman serta para pemimpinnya mampu menjalankan amanah,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah.

Pesan itu bukan tanpa alasan. Cuaca ekstrem di Mekkah kerap menjadi ujian tersendiri, terutama bagi jamaah lanjut usia. Karena itu, disiplin menjaga kesehatan dan mengikuti arahan petugas menjadi hal mutlak.

Di balik suasana religius tersebut, Gus Fawait juga menyisipkan pesan strategis: arah pembangunan Jember ke depan. Ia memaparkan sejumlah proyek besar yang tengah disiapkan, mulai dari pelebaran jalur Jember–Lumajang, pembangunan Flyover Mangli, hingga proyek tol Surabaya–Situbondo yang akan melintasi wilayah Jember.

Pesan yang ingin ditegaskan jelas—pembangunan tidak berhenti, bahkan saat ribuan warganya tengah menunaikan ibadah haji.

“Kami ingin saat Bapak dan Ibu pulang, Jember sudah semakin maju. Infrastruktur kami kebut, konektivitas kami perkuat,” tegasnya.

Sementara itu, panitia mencatat sebanyak 31 petugas haji telah lebih dahulu berada di Tanah Suci untuk menyambut dan mendampingi jamaah. Mereka akan memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, mulai dari koordinasi hingga pelayanan kesehatan.

Momen pelepasan pun tak lepas dari suasana emosional. Isak tangis keluarga pecah saat melepas orang-orang tercinta. Doa dan harapan mengalir, agar para jamaah kembali dengan predikat haji mabrur dan membawa keberkahan bagi lingkungan sekitarnya.

Sebelum keberangkatan, para jamaah telah dibekali manasik haji secara intensif—mulai dari tata cara ibadah, kesiapan mental, hingga antisipasi kondisi kesehatan selama di Tanah Suci.

Acara ditutup dengan penyerahan rompi kepada petugas haji sebagai simbol kepercayaan dari pemerintah daerah, dilanjutkan foto bersama dan doa penutup yang menambah suasana haru.

Keberangkatan hampir 3.000 jamaah ini menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat Jember dalam menunaikan ibadah haji—sekaligus momentum yang mengikat doa antara Tanah Suci dan kampung halaman.

Tags