Bupati Jepara Tekankan Pendidikan Dan Otonomi Daerah Dalam Upacara Hardiknas Dan Hut Otda 2026

Bupati Jepara Tekankan Pendidikan Dan Otonomi Daerah Dalam Upacara Har
04-May-2026 | sorotnuswantoro Jepara

Bupati Jepara Tekankan Pendidikan dan Otonomi Daerah dalam Upacara Hardiknas dan HUT Otda 2026

JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara menggelar upacara peringatan dua momentum nasional, yakni Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 tahun 2026, yang berlangsung khidmat di Lapangan Upacara SMA Negeri 1 Jepara, Senin (4/5/2026).

Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, bersama jajaran Forkopimda, serta diikuti ASN, mahasiswa, dan perwakilan pelajar se-Kabupaten Jepara.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati membacakan amanat Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, yang menegaskan pentingnya otonomi daerah sebagai instrumen strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis potensi lokal. Bupati juga menekankan pentingnya efisiensi birokrasi sesuai arahan Presiden RI.

“Penyelenggaraan kegiatan pemerintahan harus sederhana, tidak berlebihan, dan benar-benar memberi dampak bagi masyarakat,” tegasnya.

Pada peringatan Hardiknas, Bupati turut menyampaikan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sistem pendidikan berbasis nilai “Among” — Asah, Asih, dan Asuh — sebagai fondasi pembentukan karakter generasi bangsa.

Menguatkan hal tersebut, dalam sambutannya Bupati Witiarso Utomo juga memaparkan capaian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Jepara di sektor pendidikan. Ia menyebut, pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.

Sepanjang 2025, Pemkab Jepara telah mengalokasikan anggaran Rp1,7 miliar untuk program Kartu Sarjana Jepara yang menjangkau 2.398 siswa dan mahasiswa. Selain itu, melalui program Kartu Guru Sejahtera, hampir 11 ribu guru telah menerima peningkatan kesejahteraan, dan tahun ini ditingkatkan menjadi lebih dari 17 ribu penerima dengan dukungan anggaran Rp25 miliar.

Tidak hanya itu, penguatan sarana dan prasarana juga terus dilakukan. Sebanyak 103 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP telah direvitalisasi, serta lebih dari seribu perangkat pembelajaran digital didistribusikan, dengan tambahan lebih dari 3.000 unit pada tahun ini.

“Pendidikan yang baik tidak mungkin terwujud tanpa guru yang berkualitas dan sejahtera,” ujarnya.

Upaya peningkatan kualitas pendidikan juga ditunjukkan melalui dorongan kepada 2.343 guru untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Hasilnya, standar pelayanan minimal pendidikan di Jepara mencapai 82,34 persen, sementara angka partisipasi sekolah mencapai 99,91 persen untuk SD/MI dan 98,91 persen untuk SMP/MTs.

Bupati menegaskan, tema Hardiknas 2026 “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” harus menjadi gerakan bersama. Pendidikan, menurutnya, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga orang tua, masyarakat, dan dunia usaha.

“Gotong royong dalam pendidikan adalah kunci. Setiap anak di Jepara harus mendapatkan haknya atas pendidikan yang bermutu,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Bupati juga menyoroti isu sosial yang menjadi perhatian serius, yakni kasus kekerasan, pelecehan seksual, dan perundungan di lingkungan sekolah. Ia mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan pengawasan dan komunikasi dengan anak.

“Ini tanggung jawab kita bersama. Orang tua harus hadir dan menjadi tempat anak bercerita agar berbagai persoalan bisa dicegah sejak dini,” pesannya.

Upacara berlangsung tertib dan penuh khidmat, mencerminkan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan serta memperkuat peran otonomi daerah demi kesejahteraan masyarakat Jepara.

Media sorotnuswantoro

Tags