Perhutani Kph Semarang Dan Pt Sgn Lakukan Pengecekan Lapangan Lokasi Tanaman Tebu Di Bringin Dan Ked

Perhutani Kph Semarang Dan Pt Sgn Lakukan Pengecekan Lapangan Lokasi T
05-Mar-2026 | sorotnuswantoro Biro Demak Jateng

SEMARANG, sorotnuswantoro.com PERHUTANI (03/03/2026) | Dalam rangka memastikan kesesuaian perencanaan dan pelaksanaan kerja sama pemanfaatan lahan, jajaran Perhutani KPH Semarang bersama PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) melaksanakan kegiatan pengecekan lapangan lokasi tanaman tebu di wilayah Kecamatan Bringin dan Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Semarang.

Kegiatan tersebut melibatkan KSS Perencanaan Kantor KPH Semarang, Asper BKPH Tempuran beserta jajaran mantri setempat, serta perwakilan dari PT SGN. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi faktual di lapangan sesuai dengan rencana teknis penanaman, batas petak, luasan areal, serta aspek administrasi dan tata kelola kawasan.

Administratur KPH Semarang melalui Asper BKPH Tempuran, Mujiono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi pengendalian dan evaluasi atas kerja sama pemanfaatan kawasan hutan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Pengecekan lapangan ini penting untuk memastikan bahwa rencana penanaman tebu oleh PT SGN telah sesuai dengan ketentuan teknis dan administratif, serta tidak mengganggu fungsi pokok kawasan hutan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan verifikasi titik koordinat, pengecekan kondisi lahan, aksesibilitas, serta kesiapan sarana pendukung. Selain itu, dilakukan pula sinkronisasi data antara dokumen perencanaan dengan kondisi riil di lapangan guna menghindari potensi tumpang tindih maupun kesalahan teknis.

Sementara itu, perwakilan PT SGN, Yogi dari PG Rendeng, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan pengecekan bersama ini sebagai bentuk transparansi dan sinergi dalam pelaksanaan kerja sama.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Perhutani KPH Semarang yang secara aktif melakukan pengecekan lapangan. Bagi kami, ini penting untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan dan rencana teknis yang telah disepakati bersama,” ujar Yogi.

Ia menambahkan bahwa PT SGN berkomitmen menjalankan budidaya tebu secara profesional dengan tetap memperhatikan aspek konservasi dan keberlanjutan lingkungan di kawasan hutan.

“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas tebu, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar serta tetap menjaga kelestarian kawasan,” tambahnya.

Mantri wilayah Bringin dan Kedungjati turut memastikan bahwa kegiatan berjalan tertib dan sesuai dengan pengelolaan petak di wilayah kerja masing-masing.

Melalui kegiatan pengecekan ini, Perhutani KPH Semarang menegaskan komitmennya dalam mengedepankan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, dan keberlanjutan dalam setiap bentuk kerja sama pemanfaatan kawasan hutan, sekaligus mendukung produktivitas sektor pertanian berbasis kemitraan yang tetap selaras dengan fungsi lindung dan produksi hutan.

( Windi )

Tags