Kodim 0702 purbalingga Gelar Serbuan Ekg Dan Penyuluhan Kesehatan Jantung
PURBALINGGA – Upaya pencegahan penyakit jantung terus digencarkan melalui kegiatan serbuan Elektrokardiogram (EKG) dan penyuluhan kesehatan jantung yang digelar di Aula Markas Kodim 0702/Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Denkesyah 04.04.01 Purwokerto bersama Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) 03/Purbalingga ini menjadi bagian dari langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran prajurit akan pentingnya deteksi dini penyakit kardiovaskular.
Dalam sambutannya, Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I., menegaskan, bahwa kesehatan merupakan modal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas.
"Kesehatan adalah fondasi utama dalam setiap pengabdian. Melalui serbuan EKG ini, kami ingin memastikan seluruh anggota memiliki kondisi jantung yang sehat dan terpantau secara berkala. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah risiko yang lebih besar di kemudian hari," ujarnya.
Dandim 0702/Purbalingga Letkol Inf Aries Ika Satria menambahkan, jika kegiatan tersebut bukan hanya menjadi perhatian internal satuan, tetapi juga bentuk kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat secara luas.
"Dengan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), potensi gangguan irama jantung maupun kelainan lain dapat diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi kondisi yang membahayakan," imbuhnya.
Dalam paparannya, dr. Hanivan Danu Wijaya, Sp. PD., menjelaskan bahwa tujuan utama penyuluhan ini adalah meningkatkan kesadaran akan bahaya penyakit jantung yang kerap datang tanpa gejala awal yang jelas.
"Melalui pemeriksaan EKG, kita bisa mengetahui aktivitas listrik jantung dan mendeteksi gangguan sejak dini, bahkan sebelum muncul keluhan," ujarnya.
Menurutnya, edukasi semacam ini menjadi langkah preventif agar prajurit lebih memahami kondisi kesehatannya sendiri. Penyakit jantung, lanjut dia, masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Karena itu, upaya pencegahan dan pemeriksaan berkala menjadi kunci utama.
"Melalui pemeriksaan EKG dan edukasi kesehatan, para prajurit diharapkan lebih memahami faktor risiko serta mampu menjaga kesehatan jantung sejak dini," ungkap dr. Hanivan Danu Wijaya.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Hanivan juga memaparkan penyakit jantung yang paling sering terjadi, yakni penyakit jantung koroner. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner akibat penumpukan plak. Gejalanya bisa berupa nyeri dada, sesak napas, hingga serangan jantung mendadak.
"Faktor risiko utama penyakit jantung meliputi hipertensi, diabetes melitus, kadar kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, obesitas, serta stres berkepanjangan. Faktor usia dan riwayat keluarga juga turut berperan," jelasnya.
Kemudian, dr. Hanivan berharap, melalui penyuluhan tersebut, diharapkan semakin sadar pentingnya menjaga pola makan, rutin berolahraga, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, termasuk EKG. Deteksi dini adalah langkah terbaik untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.
"Lebih baik mencegah daripada mengobati. Jantung adalah organ vital yang menentukan kualitas hidup dan kesiapan tugas," pungkasnya. (Pendim Pbg)