Kapolres Demak Tinjau Korban Serangan Monyet Lakukan Trauma Healing
Kapolres Demak Besuk Bayi Korban Serangan Monyet Kondisi Berangsur Membaik
Demak , sorotnuswantoro.com – Seekor monyet liar meneror warga Dukuh Bedono, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Hewan tersebut dilaporkan menyerang seorang bayi berusia empat bulan hingga mengalami luka serius di bagian kepala, Senin (2/2).
Korban bernama Areta Arghina Permatasari digigit monyet saat sedang tidur di dalam kamar rumahnya. Saat kejadian, ibu korban tengah berada di dapur untuk memasak.
Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengatakan, insiden bermula ketika korban sedang terlelap, sementara ibunya tidak berada di dalam kamar.
“Kejadian itu saat anak Areta sedang tidur, ibunya memasak di dapur. Saat melihat ada monyet, langsung diteriaki, tetapi sudah sempat menyerang korban,” ujar Samel saat membesuk korban, Jum'at (13/2/2026).
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek di bagian kepala dan harus menjalani operasi. “Anak langsung dilarikan ke rumah sakit dan dioperasi karena luka robek di kepala. Sekarang kondisinya berangsur membaik dan masih dalam perawatan,” katanya.
Sebagai bentuk kepedulian, AKBP Samel bersama jajaran Polres Demak mendatangi rumah korban yang baru kembali dari rumah sakit. Selain memberikan bantuan moril dan materil, pihak Kepolisian juga melakukan pendampingan psikologis atau trauma healing bagi keluarga korban.
“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat. Kami mendoakan agar korban segera pulih,” ujarnya.
Kapolres menjelaskan, upaya penangkapan monyet telah dilakukan bersama warga setempat. Petugas sempat memancing hewan tersebut keluar menggunakan pisang, namun belum membuahkan hasil.
“Kemarin kami di lokasi sudah berusaha memancing dengan pisang agar keluar, tetapi monyet kembali kabur ke kawasan hutan mangrove,” ucapnya.
Diketahui, monyet tersebut sebelumnya merupakan hewan peliharaan warga yang lepas dan kemudian hidup liar di kawasan hutan mangrove Desa Bedono. Dalam beberapa waktu terakhir, hewan itu dilaporkan kerap masuk ke permukiman dan meneror warga.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, kepolisian berencana melumpuhkan monyet tersebut menggunakan senapan peluru karet.
"Kami akan melakukan upaya pelumpuhan dengan peluru karet karena sudah terjadi penyerangan terhadap warga,” tegasnya.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan hewan liar, menjaga anak-anak dengan pengawasan ketat, serta memastikan pintu dan jendela rumah dalam kondisi tertutup guna menghindari masuknya monyet ke dalam permukiman.
“Peran orang tua sangat penting untuk memastikan keselamatan anak-anak, terutama di wilayah yang berdekatan dengan kawasan hutan mangrove. Kami minta warga tetap waspada dan segera melaporkan jika kembali melihat monyet tersebut agar bisa segera kami tindak lanjuti,” pungkasnya.
( Windi )