Rem Diduga Blong, Pick Up Terjun Ke Jurang Di Pragaan, Satu Pengemudi Meninggal Dunia

Rem Diduga Blong, Pick Up Terjun Ke Jurang Di Pragaan, Satu Pengemudi
13-Feb-2026 | sorotnuswantoro Sumenep

Sumenep – Kecelakaan tunggal terjadi di wilayah Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jumat (13/2/2026) pagi. Sebuah mobil pick up warna hitam dilaporkan terperosok ke dalam jurang di Dusun Kembang, RT 002 RW 001, Desa Rombasan.

Peristiwa tersebut mengakibatkan pengemudi kendaraan, SUJIANTO (60), warga Dusun Sendang Timur, RT 002 RW 001, Desa Sendang, Kecamatan Pragaan, meninggal dunia di lokasi kejadian.

Berangkat Bekerja Sejak Pagi

Berdasarkan keterangan yang Kapolsek Prenduan IPTU MOHAMMAD SUDIONO, sekitar pukul 06.00 WIB korban berpamitan kepada istrinya, DRUSMIATI, untuk mengambil batu di Dusun Kembang, Desa Rombasan. Korban berangkat seorang diri menggunakan mobil pick up warna hitam.

Namun sekitar pukul 08.30 WIB, keluarga menerima kabar dari perangkat Desa Rombasan bahwa kendaraan yang dikemudikan korban mengalami kecelakaan dan terperosok ke jurang.

Menantu korban, NAWAWI (44), bersama MISRATUL AINI (32), segera menuju lokasi setelah menerima informasi tersebut. Sesampainya di tempat kejadian, mobil korban sudah berada di dasar jurang dalam kondisi rusak cukup parah.

Warga bersama keluarga kemudian melakukan evakuasi. Korban diketahui telah meninggal dunia di lokasi kejadian dan selanjutnya dibawa ke rumah duka di Dusun Sendang Timur untuk disemayamkan.

Dugaan Penyebab Kecelakaan

Dari informasi awal, kecelakaan diduga terjadi karena sistem pengereman kendaraan mengalami gangguan (rem blong), sehingga mobil tidak dapat dikendalikan saat melintasi jalur tersebut dan akhirnya terjun ke jurang.

Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Aparat Turun ke Lokasi

Sejumlah pihak mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), di antaranya Kapolsek Prenduan IPTU Mohammad Sudiono bersama anggota, personel Koramil Pragaan, pihak Kecamatan Pragaan, Puskesmas Pragaan, Kepala Desa Rombasan, serta perangkat Desa Sendang.

Kepolisian telah melakukan langkah-langkah berupa mendatangi dan mengamankan TKP, memeriksa kondisi korban, meminta keterangan para saksi, serta melakukan penyelidikan lanjutan.

Keluarga Tolak Autopsi

Pihak keluarga korban menyatakan tidak bersedia dilakukan visum atau autopsi. Keluarga mengikhlaskan kepergian korban dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah, serta memastikan tidak ada unsur kesengajaan dari pihak mana pun.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengendara untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum digunakan, terutama saat melintasi jalan menurun atau kawasan rawan kecelakaan.

Tags