Pengusaha Muda Sukses Ceker Tanpa Tulang

Pengusaha-Muda-Sukses-Ceker-Tanpa-Tulang
28-Mar-2025 | sorotnuswantoro indonesia

‎Laju pertumbuhan bisnis di setiap sektor terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Tak sedikit pengusaha-pengusaha muda yang turut merambah ke dunia bisnis. Khususnya generasi milenial, sederet sektor bisnis yang menjanjikan kerap dijajal seperti bisnis kuliner, start-up hingga coffee shop.

‎Namun, ada yang menarik pada entrepreneur bernama Darsun, pemuda asal Desa.Karang Tengah Kecamatan. Kertanegara Kabupaten Purbalingga ini memilih untuk terjun ke bisnis Ceker Tanpa Tulang.

‎Mulanya, pengusaha tampan ini merintis kariernya di Purbalingga. Melihat tren bisnis yang tak ada matinya, akhirnya ia turut melebarkan sayap dengan membuka cabang bisnis lainnya berupa food and beverages berupa franchise fried chicken yang iya namakan Bezz Fried Chicken dan olahan ayam beku yang masih digelutinya hingga kini.

‎Seiring waktu berjalan, Darsun menemukan ide briliyan agar tidak ada lagi limbah tulang ceker yang terbuang cara yang iya pakai mengoven tulang ceker ayam Hingga garing lalu iya cacah menjadi tepung dan dijual untuk pakan ternak. Cara ini iya lakukan untuk mengurangi biaya pengeluaran hanya untuk membuang limbah tulang, Sekarang tidak ada lagi limbah tulang ceker yang terbuang percuma .

‎Hal ini kerap kali membuatnya dipandang sebelah mata oleh beberapa temannya. Pasalnya, bisnis ceker tanpa tulang jarang dilirik anak muda ditambah lagi stereotip peternak yang biasanya identik dengan sosok paruh baya, bukan anak muda.

‎ “Sekitar 6 tahun lalu orangtua saya sering bilang bahwa bisnis Ceker itu bagus. Awalnya saya juga berpikir kalau anak muda melihat bisnis ceker tanpa tulang sepertinya dianggap sebelah mata. Sampai teman-teman saya juga ada yang bilang, kok kurang kerjaan misahin tulang ceker?,” ungkap Darsun.

‎Sebagai pemula, Darsun tak ragu untuk belajar dengan beberapa rekannya dengan latar belakang yang sama. Berdasarkan pengalaman yang ia dapat, bisnis ceker tanpa tulang ini memang menjanjikan jika dilihat dari potensi ekonomi dan investasi yang dikucurkan, karena ini pertama dan satu satunya di Purbalingga.

‎Meski begitu, berkecimpung di bisnis Ceker tanpa tulang ini memang tak semulus yang Darsun bayangkan. Walau menawarkan keuntungan yang menggiurkan, namun tetap saja usaha ini rawan risiko. Jika salah-salah, bisa saja usaha yang ia geluti itu gulung tikar.

‎Terlebih lagi untuk permodalan, Darsun harus merogoh kocek yang cukup dalam, mulai dari inverstasi lahan, peralatan, bangunan, hingga mencari ceker berkualitas, Siapapun yang ingin memesan ceker tanpa tulang atau olahan ayam beku bisa langsung menghubungi no ini 081326853435 Darsun.

‎Belum lagi pengurusan perizinan lahan yang cukup menguras tenaga. Itu karena membangun areal harus sesuai dengan regulasi pemerintah setempat terlebih lagi jika dekat dengan tempat tinggal masyarakat. Namun, tekad dan kegigihannya ternyata mampu mengalahkan itu semua.

‎“Menurut saya bisnis ini gampang-gampang susah, segalanya harus dipikirkan. Kalau saya tidak melihat prospeknya, saya juga tidak akan maju karena modalnya itu cukup besar,” jelas pria kelahiran 1988 ini.

‎Setelah melalui perjalanan panjang dalam merintis bisnis, Darsun berharap agar generasi muda dapat berdaya saing dalam berbisnis serta menghilangkan gengsi semata.

‎“Generasi milenial sekarang itu maunya kerja kantoran, kalau bisnis ceker tanpa tulang merasa malu. Bagi saya sih tidak, dimanapun ada pekerjaan yang bisa menghasilkan uang, ya jalani saja.” pungkasnya.

‎Berdiri di sekitar areal persawahan, hingga kini Darsun memiliki 200 Karyawan yang berasal dari warga sekitar Saat ini Darsun dapat menjual 40 ton ceker tanpa tulang perhari yang iya kirim ke seluruh Indonesia. Bahkan ia berencana untuk menambah Karyawan sebanyak 1000 orang karena ia bisa membantu program Bupati Purbalingga mengurangi angka pengangguran.

Tags