Pengembangan Pariwisata Desa Kemujan Karimun Jawa, Oleh Bupati Jepara Agar Mendorong Ekonomi

Pengembangan Pariwisata Desa Kemujan Karimun Jawa, Oleh Bupati Jepara
11-Oct-2026 | sorotnuswantoro Jepara

Pengembangan Pariwisata Desa Kemujan Karimun Jawa, Oleh Bupati Jepara Agar Mendorong Ekonomi Masyarakat Kepulauan

Jepara, Sabtu (10/10/2026) disela kunjungan ke karimun Jawa, Bupati Kunjungi Gereja Pantekosta Karimunjawa, Bupati Tegaskan Toleransi dan Pembangunan.

Bupati Jepara yang akrab disapa Mas Wiwit menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jepara dalam memprioritaskan pengembangan sektor pariwisata di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus mengangkat potensi unggulan wilayah kepulauan.

Komitmen itu disampaikan saat kegiatan Ngopi (Ngolah Pikir) Bareng bersama warga Desa Kemujan di Balai Desa Kemujan. Forum tersebut menjadi wadah dialog antara pemerintah daerah dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi, membahas kebutuhan pembangunan, serta menggali potensi yang dimiliki Desa Kemujan.

kunjungan Bupati beserta jajaran kepala perangkat daerah disambut oleh Petinggi Desa Kemujan, Mas’ud Dwi Wijayanto, perangkat desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Desa Kemujan Miliki Beragam Potensi Wisata

Petinggi Desa Kemujan, Mas’ud Dwi Wijayanto, menjelaskan bahwa desanya memiliki banyak potensi wisata yang layak dikembangkan. Di antaranya rumah adat, kesenian pencak, Makam Syeh Sayyid Abdullah, budidaya rumput laut, Bandara Dewadaru, hingga wisata pantai yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.

Selain kekayaan alam, Desa Kemujan juga memiliki keberagaman budaya yang berasal dari berbagai suku, seperti Bugis, Madura, Jawa, Mandar, dan Bajo. Keberagaman tersebut dinilai menjadi identitas budaya yang dapat menjadi daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.

“Kami mewakili masyarakat Desa Kemujan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Jepara untuk mengembangkan potensi desa sehingga semakin banyak wisatawan yang datang ke Desa Kemujan,” ujar Mas’ud.

Desa Kemujan berada di wilayah Laut Jawa dengan karakteristik kawasan pesisir yang didominasi dataran rendah. Desa ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 3.392 jiwa.

Infrastruktur Menjadi Perhatian Pemerintah

Mas’ud juga menyampaikan kondisi infrastruktur jalan di Desa Kemujan. Dari total panjang jalan kabupaten sekitar 11.185 meter, sebanyak 6.584 meter dalam kondisi baik, 3.951 meter dalam kondisi kurang baik, sedangkan 650 meter masih mengalami kerusakan berat atau belum terbangun.

Bupati Jepara menegaskan pemerintah daerah akan mengembangkan berbagai potensi unggulan Desa Kemujan secara bertahap agar kawasan tersebut semakin dikenal wisatawan.

“Pemkab Jepara akan turun tangan mengembangkan pariwisata di Desa Kemujan. Kami ingin wisatawan tidak hanya mengenal Karimunjawa saja, tetapi juga bergeser mengunjungi Desa Kemujan,” ucap bupati Jepara.

Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif, jasa wisata, hingga usaha lokal.

Kebersihan Pantai Jadi Prioritas

Dalam mendukung pengembangan destinasi wisata, bupati jepara meminta pemerintah desa bersama masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pantai.

Ia menilai kebersihan merupakan faktor penting dalam memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang datang ke Desa Kemujan.

“Saya minta pihak Desa Kemujan memperhatikan kebersihan lingkungan. Ini untuk memastikan setiap wisatawan yang datang merasa nyaman karena tempat wisatanya bersih,” tegasnya.

Alun-alun akan dibangun di tiga dusun Kemujan, Batu lawang dan Telaga dengan anggaran Rp 800 juta.dan akan dibangun ruas jalan Kemujan Batu lawang dengan dana APBD 2026 dengan sistem ACWC sepanjang 2.234 Mater dengan lebar 4.5 sampai 5 meter, Jalan beton akan dibangun 883 meter dengan lebar 4 meter.

Pupr Jepara juga akan melakukan survei sejumlah jalan untuk program kerja 2026.dan yang lebih penting dengan pariwisata akan bisa mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Media sorotnuswantoro

Tags