Uji Coba Mbg Prasmanan Di Jepara Mulai Dilaksanakan Sesuai Standar Dan Kualitas
Uji Coba MBG prasmanan Di Jepara mulai dilaksanakan Sesuai Standar Dan Kualitas
Jepara Jumat (9/10/2026), SD kanisius jepara uji coba MBG ala prasmanan seperti acara hajatan, Sehingga lebih fres dan segar dan menarik antusias para siswa dalam menyantap hidangan MBG ala prasmanan.
Untuk memastikan penerapan pola penyajian baru Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan berjalan baik dan memenuhi aspek gizi, kebersihan, serta keamanan pangan, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar melakukan monitoring di SD Kanisius Kauman Jepara.
Program MBG prasmanan saat ini masih dalam tahap uji coba, Sembilan sekolah menjadi sasaran penerapan pola tersebut di Kabupaten Jepara. baru satu sekolah yang menjalani trial, yakni SD Kanisius Kauman Jepara. Uji coba ini sudah berlangsung selama empat hari sejak Senin (5/10/2026).
Dalam pelaksanaannya, siswa mendapatkan sejumlah komponen makanan yang terdiri atas nasi, lauk, sayuran, dan buah. Penyajian dilakukan dengan menggunakan wadah makanan dan peralatan saji yang telah disiapkan. Berbeda dengan sistem kotak atau ompreng, siswa mengambil makanan secara mandiri sesuai kebutuhannya.
Petugas pelayanan yang merupakan siswa piket sebanyak 5-6 orang juga dilengkapi perlengkapan pendukung kebersihan dan keamanan pangan, seperti celemek, penutup kepala, masker, dan sarung tangan.
Wakil Bupati Jepara, M. Ibnu Hajar mengatakan, penerapan sistem prasmanan tidak hanya berkaitan dengan cara penyajian makanan. Menurutnya, seluruh proses harus dipastikan aman dan mampu menyesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan siswa.
Yang kita lihat dan kita evaluasi bukan hanya makanannya, tetapi juga bagaimana proses penyajiannya, kebersihan, keamanan pangan, serta bagaimana anak-anak mengambil makanan dengan tertib dan sesuai kebutuhannya agar tidak terjadi pemborosan,” ujarnya.
Ia menilai, tahap uji coba diperlukan untuk mengetahui berbagai kendala yang mungkin muncul di lapangan. Termasuk melihat kemampuan siswa dalam mengambil makanan sesuai porsi.
Menurut Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, model yang disebut central kitchen ini meniru sistem penyediaan makan sekolah di Jepang. Keunggulannya, waktu tunggu antara proses memasak hingga makanan disantap dapat ditekan, sehingga makanan lebih hangat, lebih segar, dan mengurangi risiko kerusakan makanan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
Sejauh ini tingkat food waste-nya bagus. Jadi lebih fresh, kemudian ada yang mau nambah masih ada sisa bisa nambah, dan waste-nya lebih sedikit karena prasmanan,” kata Kepala BGN dalam keterangannya.
Sementara penerima MBG di SD Kanisius Kauman masih dibatasi bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 dengan total 25 siswa pada tahap awal.
Disampaikan Wabup, hasil monitoring dan evaluasi dari sekolah yang menjadi lokasi uji coba akan menjadi bahan pertimbangan untuk penyempurnaan pelaksanaan sebelum pola serupa diterapkan di sekolah lainnya di Jepara.
Acara monitoring Wabup didampingi Asisten 1, Sekda Jepara, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan ESDM, Dinas Komunikasi Dan Informatika, Dinas Kesehatan, Bagian Perekonomian, Camat Jepara, Beserta Satgas MBG Kecamatan , Serta Koordinator SPPG Dan BGN Jepara.
SD Kanisius Kauman menjadi Contoh dan evaluasi Penyajian MBG ala prasmanan sebelum diterapkan lebih luas di sekolah-sekolah lainya.
Media sorotnuswantoro