Teknologi Makin Canggih, Karakter Jangan Tertinggal, Pesan Kebangsaan Dr.faisal Untuk Siswa Kendal

Teknologi Makin Canggih, Karakter Jangan Tertinggal, Pesan Kebangsaan
16-Sep-2026 | sorotnuswantoro Kendal , Jawa Tengah

KENDAL — Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa banyak peluang bagi generasi muda. Namun, kemajuan tersebut dinilai perlu diimbangi dengan karakter dan nilai kebangsaan agar para pelajar tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya arus informasi.

Pesan tersebut disampaikan Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, dr. Raja Faisal Manganju Sitorus, saat melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama seluruh siswa kelas XII dan para guru SMAN 1 Kabupaten Kendal, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Pancasila di Era Digital dengan Tetap Berkarakter di Tengah Perubahan Zaman” tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk memahami kembali pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan zaman.

Dalam kesempatan itu, dr. Raja Faisal menekankan bahwa kemampuan menggunakan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter. Menurutnya, teknologi memberikan banyak manfaat dan peluang bagi generasi muda, tetapi juga menghadirkan tantangan yang perlu disikapi secara bijak.

> “Di era digital, anak-anak muda memiliki akses informasi yang sangat luas. Karena itu, kemampuan menggunakan teknologi harus dibarengi dengan karakter yang kuat. Pancasila harus menjadi pedoman agar kita tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara teknologi, tetapi juga memiliki etika, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar dr. Raja Faisal.

Ia mengajak para siswa memanfaatkan media digital secara produktif. Media sosial, kata dia, tidak semata-mata menjadi ruang untuk berekspresi, tetapi juga dapat digunakan untuk belajar, berkarya, menyebarkan informasi positif, dan memperkuat persatuan.

Para siswa juga diingatkan agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di ruang digital, terutama informasi yang belum terverifikasi. Ujaran kebencian, provokasi, hingga konten yang berpotensi memecah belah persatuan perlu disikapi secara kritis dan bijaksana.

> “Jangan sampai teknologi yang seharusnya mendekatkan kita justru membuat kita saling menjauh. Saring sebelum sharing, berpikir sebelum berkomentar, dan jadikan media digital sebagai ruang untuk menunjukkan karakter positif sebagai generasi Indonesia,” pesannya.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta kembali diajak memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Menurut dr. Raja Faisal, pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan semakin penting di tengah perubahan zaman. Generasi muda tidak cukup hanya mengenal Pancasila secara teoritis, tetapi juga perlu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat berinteraksi di ruang digital.

Ia memberikan sejumlah contoh sederhana, seperti menghargai perbedaan pendapat, menjaga sopan santun dalam berkomunikasi, tidak melakukan perundungan atau cyberbullying, menghormati keberagaman, serta menggunakan teknologi untuk berbagai kegiatan yang bermanfaat.

> “Karakter bangsa tidak berhenti di dunia nyata. Ketika kita masuk ke ruang digital, identitas dan karakter sebagai bangsa Indonesia juga harus tetap kita bawa,” tegasnya.

Keterlibatan para guru dalam kegiatan tersebut juga dinilai penting karena sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Pendidikan di sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat perlu berjalan beriringan agar nilai-nilai kebangsaan dapat tumbuh secara konsisten dalam kehidupan para pelajar.

dr. Raja Faisal berharap para siswa kelas XII SMAN 1 Kabupaten Kendal tidak hanya siap melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki rasa tanggung jawab sebagai warga negara.

> “Kalian adalah bagian dari masa depan Indonesia. Jadilah generasi yang berani bermimpi, berani berkarya, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila. Perubahan zaman tidak boleh membuat kita kehilangan jati diri sebagai bangsa,” tutup dr. Raja Faisal.

Melalui Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut, para siswa dan guru diharapkan semakin memahami pentingnya wawasan kebangsaan, membangun karakter positif, serta menjaga persatuan Indonesia di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.( )

Tags