Lelang Sawah Bondo Desa Nolokerto Kendal Bikin Warga Antusias, Harganya Naik Drastis
KENDAL — Lelang sewa sawah bondo desa di Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Nilai hasil lelang 25 bidang sawah tahun ini mencapai sekitar Rp313 juta, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp184 juta.
Lelang tersebut digelar Pemerintah Desa Nolokerto di aula kantor desa, Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah desa dalam mengoptimalkan aset desa sekaligus meningkatkan pendapatan asli desa (PAD).
Hasil lelang nantinya akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dan digunakan sesuai kebutuhan serta program Desa Nolokerto selama satu tahun ke depan, termasuk untuk mendukung kegiatan pembangunan dan kemasyarakatan.
Antusiasme masyarakat terlihat dalam proses lelang. Para petani saling bersaing mendapatkan lahan sawah yang dapat digarap hingga dua musim tanam padi.
Salah satu petani pemenang lelang, Risdianto, mengatakan para peserta berani memberikan harga sewa tinggi karena kondisi lahan dinilai sangat baik untuk bercocok tanam padi dan memiliki hasil panen yang bagus.
"Kami berani dengan harga tinggi karena lahannya sangat baik untuk bercocok tanam padi dan hasilnya bagus," kata Risdianto.
Kepala Desa Nolokerto, H. Nur Fatoni, mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti lelang sewa sawah bondo desa. Menurutnya, kegiatan tersebut selain mengoptimalkan aset desa juga bertujuan meningkatkan PAD yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
"Lelang sewa bondo desa ini untuk meningkatkan pendapatan asli desa (PAD) yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pembangunan dan kemasyarakatan. Penyewa kami utamakan warga yang ber- KTP Desa Nolokerto," jelas H. Nur Fatoni.
Ia menjelaskan, terdapat 25 bidang sawah yang dilelang dengan harga sewa berbeda-beda sesuai kondisi masing-masing lahan. Total hasil lelang tahun ini mencapai sekitar Rp313 juta, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp184 juta.
"Harapan kami, hasil panen dari tanah yang disewa bisa maksimal, sehingga ekonomi petani dapat meningkat dan sejahtera. Pemasukan dari sewa ini akan menjadi pendapatan desa yang nantinya dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan dan kebutuhan pembangunan desa," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Nolokerto, Zaenul Khafidin, mengatakan BPD turut mengawasi jalannya lelang sewa bondo desa yang diikuti para petani Desa Nolokerto. Ia berharap pengelolaan aset desa tersebut dapat memberikan manfaat bagi petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"BPD ikut mengawasi jalannya lelang sewa bondo desa yang diikuti petani Desa Nolokerto. Harapannya, para petani kita menjadi lebih makmur karena bisa menggarap lahan. Hasil lelang akan dimasukkan sebagai PAD dan semoga desa menjadi lebih baik dan maju," katanya.
Melalui pelaksanaan lelang tanah desa tersebut, Pemerintah Desa Nolokerto berkomitmen mengelola aset desa secara optimal. Selain meningkatkan PAD, pemanfaatan sawah bondo desa diharapkan dapat mendukung produktivitas pertanian, meningkatkan perekonomian petani, serta mendorong terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa.( )