Launching Eduwisata Dan Bazar Umkm Saung Magot Bandung Barat, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Sorotnuswantoronews-Bandung Barat, 30 Juni 2026 – Saung Magot yang berlokasi di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, resmi meluncurkan program Eduwisata sekaligus membuka Bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada hari ini, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan ekonomi masyarakat sekaligus sarana edukasi tentang pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna.
Acara peresmian berlangsung meriah dan dihadiri oleh sejumlah tokoh serta unsur pimpinan di lingkungan Kabupaten Bandung Barat dan Provinsi Jawa Barat. Turut hadir dalam kesempatan tersebut adalah Bapak Pamriadi selaku tokoh masyarakat sekaligus Pembina Saung Magot, didampingi oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan yang juga menjabat di Komisi I, Ibu Tuti Turmayanti, yang hadir bersama suami.
Selain itu, kehadiran juga tercatat dari Bapak Heri, Camat Kecamatan Ngamprah, perwakilan dari sejumlah dinas teknis yakni Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung Barat. Dukungan juga datang dari lembaga keuangan dan perusahaan, antara lain Bank BJB Cabang Padalarang serta PT Indonesia Power UBP Saguling.
Aef Saepuloh SE Dalam sambutannya, pihak pengelola Saung Magot menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh awak media yang hadir dan selama ini mendukung perkembangan lembaga tersebut. Menurutnya, peran media sangat berarti dalam memperkenalkan program dan kegiatan yang dijalankan, sehingga Saung Magot dapat dikenal luas oleh masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kerja sama dari rekan-rekan media. Tanpa bantuan dan pemberitaan yang baik, kami mungkin tidak bisa berkembang sampai seperti sekarang. Harapan kami, ke depannya sinergi ini tetap terjalin, sehingga Saung Magot semakin maju dan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi kerakyatan,” ujar pengelola.
Dengan digelarnya program eduwisata ini, Saung Magot tidak hanya menyajikan tempat rekreasi, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran. Pengunjung nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas, mulai dari tempat kuliner, area berfoto, hingga kegiatan memancing yang tersedia di sekitar lokasi. Selain itu, pengunjung juga diajak memahami proses pengolahan sampah yang menjadi dasar kegiatan utama di tempat ini.
Dari sisi bazar dan kuliner, Saung Magot mengedepankan produk-produk khas tradisional yang menjadi identitas budaya setempat. Menu andalan yang ditawarkan antara lain nasi liwet dan awug, makanan yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi kebanggaan masyarakat. Selain itu, tersedia pula minuman hangat khas seperti bandrek dan bajigur untuk melengkapi pengalaman bersantap pengunjung.

“Kami ingin mempertahankan cita rasa tradisi nenek moyang kita. Harapannya, tempat ini tidak hanya dikunjungi wisatawan lokal atau daerah sekitar saja, tetapi juga bisa menarik perhatian wisatawan mancanegara untuk datang dan menikmati suasana serta produk yang kami tawarkan,” tambahnya.
Saung Magot sendiri telah mencatatkan sejumlah prestasi yang membanggakan dalam perjalanannya. Beberapa pencapaian yang berhasil diraih antara lain terpilih sebagai salah satu UMKM Unggulan Terbaik di Jawa Barat, yang dianugerahi berupa piagam penghargaan dan bantuan peralatan mesin. Keberhasilan ini tidak lepas dari fokus utama lembaga dalam mengelola sampah menjadi bahan yang bermanfaat.

Selain itu, Saung Magot juga ditetapkan sebagai Mitra Binaan Terbaik dari PT Indonesia Power UBP Saguling melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR). Bahkan, lembaga ini juga dipercaya untuk menangani pengolahan sampah di lingkungan kerja, yang hingga saat ini terus dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.
Dengan berbagai pencapaian dan program baru yang diluncurkan ini, Saung Magot bertekad untuk terus berkembang, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, serta menjadi contoh bagaimana pengelolaan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan kemajuan perekonomian masyarakat setempat.