Malam Tahun Baru Islam Di Bebengan Berlangsung Khidmat, Ketua Panitia: “ini Bukan Sekadar Pengajian”

Malam Tahun Baru Islam Di Bebengan Berlangsung Khidmat, Ketua Panitia:
17-Jun-2026 | sorotnuswantoro Kendal , Jawa Tengah

Malam Tahun Baru Islam di Bebengan, Boja

KENDAL – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di halaman Mushola Al Falah RT 01 RW 08 Desa Bebengan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, Rabu (16/6/2026) malam. Ratusan warga memadati lokasi kegiatan yang menghadirkan penceramah KH Khafid Romli dari Dusun Karangjati, Desa Bebengan.

Warga yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anggota Jamaah Tahlil Miftahul Jannah hingga masyarakat RW 08 yang terdiri atas RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04. Mereka mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias sebagai bentuk syukur menyambut datangnya tahun baru dalam kalender Islam.

Suasana religius semakin terasa dengan penampilan kelompok rebana Majelis Maulidurrasul Boja. Lantunan shalawat yang dibawakan mengiringi jalannya acara dan mendapat sambutan hangat dari para jamaah.

Ketika rebana memasuki lantunan Maqalul Qiyam, suasana berubah semakin khusyuk. Tabuhan rebana yang menggema berpadu dengan shalawat yang dilantunkan bersama-sama oleh jamaah, menciptakan suasana haru dan penuh kekhidmatan.

Momen tersebut semakin berkesan saat KH Khafid Romli berjalan menuju panggung mengenakan pakaian adat Jawa lengkap dengan blangkon dan selempang serban batik. Kehadirannya langsung disambut penuh hormat oleh para jamaah.

Dalam tausiyahnya, KH Khafid Romli mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, baik dalam ibadah maupun dalam hubungan sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, semangat hijrah harus diwujudkan melalui peningkatan ketakwaan, kepedulian sosial, serta menjaga persatuan dan kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Ketua panitia kegiatan, Sanusi, mengatakan peringatan Tahun Baru Islam tersebut tidak hanya menjadi agenda keagamaan rutin, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan antarwarga.

“Ini bukan sekadar pengajian, tetapi juga momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan warga. Kami bersyukur masyarakat sangat antusias hadir dan berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar nilai-nilai keislaman, persaudaraan, serta gotong royong di lingkungan masyarakat semakin kuat,” kata Sanusi.(*)

Tags