Tak Cukup Di Sini,? Kejangalan Penerima Hibah Ternak Domba, Dari Dinas Perternakan Kab. Lebak
Gabungnya Wartawan Indonesi (GWI) Lakukan Audensi Dengan Dinas Perternakan Kabupaten lebak. terkait adanya dugaan gagal manfaat pada pendistribusian ternak domba pada klompok yang berada diwilayah kabupaten lebak, pada tahun 2025. Senin 02 Maret 2026.
Penyampaian Keteu GWI:
Hal ini dikatakan Jajang, selaku ketua GWI saat keluar dari kantor dinas peternakan usai audensi, menurutmya banyak temuan dan kejanggalan dilapangan yang perlu disampaikan kedinas agar ada perbaikan,
Selain itu, ada beberapa kegiatan yang harus kita benahi agar penerima manfaat bisa menjalankan sesuai teknis program Uplan, dimana program tersebut bisa memberikan manpaat kepada penerima agar program ternak ini bisa berkembang biak dan menumbuhkan perekonomian kepada penerima Upland.
" Alhamdulillah Audensi yang dilaksnakan di rung kantor kepala dinas, disambut baik oleh pak kabid, juga pak kadis.
Dalam sambutan audensi, kepala Dinas Perternakan, Feby Hardian Kurniawan, S.E" saya mngucapkan banyak terimakasih atas saran dan masukan dari Organisasi Gabungnya Wartawan Indonesi GWI sekaligus silaturahmi untuk menyampaikan adanya kejangalan pada penerima kelompok kegiatan Program Upland
Penyampaian pembinan distribusi:
Kegiatan Pembinan Produksi/distribusi bantuan ternak, Irvan Pramerta. menyampaikan hal-hal yang sama atas kejangalan yang berkaitan dalam program Upland, kami akan menjawab sesuai apa yang disampaikan atas adanya kejangalan atau temuan di lapangan yang tidak sesuai, kepada penerima kelompok ternak,
Tapi menurut Irvan, dengan adanya program yang sudah tersalurkan, kami selalu melakukan arahan kepada ketua kelompok atau penerima manfaat, agar penerima ternak Upland bisa menjalakan sesuai kebutuhan, bahwa program ini untuk mendukung pengembangan pertanian /peternakan berkelanjutan di daerah tinggi mengurangi angka kemiskinan dan, perkuat ketahana pangan. " Ungkapmya.
Persoalan dilapangan tidak sesuai realisasi program Upland:
Sealin itu kita juga ada sesi tanya jawab terkait persolan dilapangan dalam realisasi pemberian hibah tetnak pada klompok dari progran upland, seperti nama ketua kelompok atau penerima diduga adanya rangkapa jabatan, juga jalan tani JUT, yang mana kita lihat di lapngan tidak sesuai sepefikasi dalam pembangunan jalan tersebut. ada juga penerima yang tidak mendapatkan sepenuhnya, dalam program hibah,
"Masih menurut Jajang, salah satu kejanggalan yang kita utarakan adanya klompok ternak penerima hibah yang melanggar peraturan kementrian pertanian no 67 Thn. 2016 dan adanya proposal yang tidak ditujukan ke dinas peternakan lebak tapi klompok mendapat bantuan hibah tersebut" Pungkasnya
Perangkat rangkapa jabatan seolah olah itu sudah menjadi hal yang umum:
Senada dikatakan Solihin, selaku sekertaris GWI mengatakan " banyak sekali hal yang janggal yang kita temukan dan tadi sudah kita sampaikan seperti adanya pengaburan ternak bantuan yang disatukan dengan ternak untuk dijual belikan dan ada lagi yang paling saya tidak mengerti adanya proposal yang tidak terdapat stempel ataupun tanda tangan kepala desa?
Dan alhamdulillah mereka mencatat dan mengatakan akan memperbaiki hal-hal yang kita sampaikan, tapi menurut kami tidak cukup disni untuk mencatat yang kami sampaikan dilapangan bahawa realitanya program Upland ini bukan rahasia umum lagi,
Pakta yang kami temukan sesuai investigasi dilapangan, itu benar benar adanya kejangalan, apa lagi permohonan atas PPID yang kami terima, bawa kami mempertanyakan ada beberapa berkas yang tercecer, tapai saya pastika bahwa ituada. "Singkat solihin