Distribusi Air Pdam Ke Penggirpapas Disorot, Dugaan Pengolahan Tak Sesuai Standar Mencuat
SUMENEP – Polemik penyaluran air bersih oleh PDAM ke Desa Penggirpapas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, kembali mencuat ke publik. Setelah sebelumnya distribusi air sempat terbengkalai, kini muncul sorotan baru terkait dugaan proses pengolahan air yang dinilai tidak memenuhi standar kesehatan.
Advokat senior, Nurul Hidayatullah, SH, menegaskan bahwa dalam sistem pengolahan air bersih, penggunaan bahan desinfektan seperti kaporit serta koagulan seperti tawas merupakan prosedur umum untuk memastikan air terbebas dari bakteri, kuman, dan organisme berbahaya.
“Secara teknis, PDAM wajib melakukan proses penjernihan dan desinfeksi. Kaporit berfungsi membunuh kuman, sementara tawas membantu proses pengendapan partikel kotoran. Jika tahapan ini tidak dilakukan secara benar, maka air berpotensi mengandung bakteri bahkan organisme seperti cacing yang membahayakan kesehatan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut memantik perhatian warga, mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
Di sisi lain, Direktur PDAM Sumenep, Febmi (Fefen), saat dikonfirmasi terkait distribusi air yang sempat mati, menyampaikan bahwa pihaknya masih menelusuri kendala teknis yang terjadi.
“Kalau memang ada pekerjaan perbaikan, silakan ditanyakan juga ke pihak kontraktor, kendalanya di mana. Kami tentu berupaya agar pelayanan kembali normal,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi secara rinci dari pihak PDAM terkait:
Penyebab pasti terhentinya distribusi air
Prosedur standar operasional (SOP) pengolahan air yang diterapkan
Hasil uji laboratorium kualitas air sebelum dan sesudah disalurkan
Masyarakat Desa Penggirpapas berharap ada transparansi dan pengawasan ketat terhadap kualitas air yang mereka konsumsi. Sebab, layanan air bersih bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut hak dasar warga dan jaminan kesehatan publik.
Sorotan ini diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan pengolahan air, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.