Warga Wonokerto Bandar Pergi Tak Kunjung Pulang
Seorang perempuan asal Desa Wonokerto, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, dilaporkan hilang sejak Minggu (8/2/2026).
Hingga kini, keberadaan perempuan bernama Ika Nurmalita Windi Astuti belum diketahui, sementara pihak keluarga diliputi rasa cemas dan berharap ia segera pulang ke rumah dalam keadaan selamat.
Laporan orang hilang tersebut resmi tercatat di Polsek Bandar pada Selasa (10/2/2026) malam. Laporan dibuat oleh Sri Astuti (53), warga Dukuh Karetan RT 02 RW 04 Desa Wonokerto, yang merupakan ibu kandung dari Ika.
Berdasarkan surat keterangan orang hilang Nomor OH/01/II/2026/SPKT/Sektor Bandar, Ika Nurmalita Windi Astuti binti Gihin diketahui lahir di Batang pada 5 Maret 2000. Ia berusia 25 tahun, berjenis kelamin perempuan, beragama Islam, dan saat ini belum bekerja.
Sri Astuti menjelaskan, pada Minggu pagi sekitar pukul 09.00 WIB, putrinya berpamitan untuk pergi menemani seorang teman menyelesaikan skripsi di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP). Namun hingga beberapa hari kemudian, Ika belum kembali ke rumah dan tidak dapat dihubungi melalui telepon maupun pesan singkat.
Adapun ciri-ciri Ika Nurmalita Windi Astuti yaitu memiliki tinggi badan sekitar 160 sentimeter, berambut hitam lurus panjang. Saat terakhir kali terlihat, Ika mengenakan jaket hitam dan hijab hitam. Ia juga diketahui mengendarai sepeda motor Honda Vario 125 dengan nomor polisi G-5958-EL.
Pihak keluarga berharap masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan Ika dapat segera memberikan informasi. Keluarga menyampaikan bahwa informasi sekecil apa pun sangat berarti untuk membantu proses pencarian.
Masyarakat dapat menghubungi Edi Gunanto di nomor 085876737073 atau langsung menghubungi Polsek Bandar di nomor (0285) 689110. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan yang bersangkutan.
Keluarga berharap Ika Nurmalita Windi Astuti dapat segera ditemukan dan kembali berkumpul bersama keluarga. “Mbak Ika, cepat pulang. Keluargamu cemas menunggu kepulanganmu,” ujar pihak keluarga penuh harap.*