Kebutuhan Tinggi, Rsud Dr. Iskak Tulungagung Siapkan Penambahan Mesin Hemodialisis
Tulungagung – Tingginya jumlah pasien penyakit ginjal yang membutuhkan layanan cuci darah mendorong RSUD dr. Iskak Tulungagung merencanakan penambahan mesin hemodialisis untuk memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan.
Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini, menyatakan bahwa permintaan layanan hemodialisis di wilayah Tulungagung masih tergolong tinggi, sementara jumlah rumah sakit yang mampu melayani pasien cuci darah masih terbatas.
Saat ini, layanan hemodialisis di Kabupaten Tulungagung hanya tersedia di tiga rumah sakit, yakni RSUD dr. Iskak, RS Bhayangkara, dan Rumah Sakit Islam (RSI). Kondisi tersebut menyebabkan antrean pasien, terutama di RSUD dr. Iskak yang menjadi rujukan utama.
“RSUD dr. Iskak saat ini memiliki 35 unit mesin hemodialisis. Setiap harinya, jumlah pasien yang dilayani bisa mencapai sekitar 100 orang,” kata dr. Aini, Senin.
Ia menjelaskan, satu unit mesin hemodialisis membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima jam untuk melayani satu pasien. Dengan durasi layanan yang cukup lama, keterbatasan jumlah mesin membuat antrean pasien tidak dapat dihindari.
Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, manajemen RSUD dr. Iskak tengah menyusun rencana penambahan mesin hemodialisis secara bertahap. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas layanan serta mempercepat akses perawatan bagi pasien penyakit ginjal di Kabupaten Tulungagung.