Keutamaan Pena Dan Tinta Sang Wali

Keutamaan Pena  Dan  Tinta  Sang  Wali
30-Apr-2022 | sorotnuswantoro Madura

Seorang wali besar di zamannya yang sangat di kenal karomahnya yang Alloh SWT berikan . Adalah beliau

Syaikhona Kholil Bangkalan Madura. Beliau adalah guru dari kyai Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) dan Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari (pendiri NU).

Pada suatu ketika kyai Kholil sapaan akrabnya , di mintai oleh salah seorang muridnya/ santrinya untuk memimpin doa tahlil . Beliau pun menyanggupi nya . Terlalu bahagianya hati sang murid/ santri dan keluarga nya . Santri itu menyembelih satu ekor sapi yang cukup besar ketika itu.

Lalu menginjak waktunya sang kyai untuk memulai tahlil , beliau hanya membaca lailahaillalloh 3 kali dan di tutup kemudian muhammadurrosulloh. Lalu di akhiri dengan doa . Kemudian beliau pulang. Begitu cepat acara tahlil itu selesai.

Tentu saja sudah pasti Shohibul hajat merasa kecewa karena sudah menyembelih sapi namun acara tahlil nya begitu cepat tidak sesuai dengan harapan dan keinginan .

Lalu untuk kemudian beberapa hari berlalu sang santri pun memberanikan diri meghadap sang kyai untuk mengutarakan rasa kecewanya dan keberatannya .

Dengan bahasa yang ramah sang santri menanyakan pada sang kyai , kenapa acara tahlilnya begitu cepat pak kyai ? Padahal saya ( keluarga ) sudah menyembelih kan sapi .

Lalu dengan cepat kyai Kholil bertanya : kamu di rumah masih punya sapi yang lebih besar dari ukuran sapi yang kemarin di sembelih kan ?...

Langsung dengan cepat sang santri menjawab , iya pak kyai...

.Bawa sapi itu kesini , timpal pak kyai.

Lalu keesokan harinya sang santri membawakan sapi yang di maksudkan oleh pak kyai.

Sambil menepuk-nepuk tubuh si sapi itu, kyai Kholil bergumam : besar y ini sapinya. Kyai Kholil kemudian menyuruh santrinya membuatkan timbangan dari pohon kelapa ( gelugu ).

Setelah timbangan itu jadi di timbanglah dengan timbangan yang sudah di buatkan santrinya. Sapi di taruh di sebelah kiri untuk kemudian di timbang . Jelas lah yang terjadi adalah timbangan itu turun kekiri dengan adanya masa berat sapi itu .

Lalu Kyai Kholil selanjutnya menyuruh kembali pada santrinya mengambilkan secarik kertas dan pena.

Di tulislah kalimat tahlil seperti yang kemarin di bacakan sama saat mengisi acara tahlil di rumah sang santri yang membawa sapi itu. Yaitu kalimat lailahaillalloh 3 kali... muhammadurrosulloh .

Lalu di timbanglah secarik kertas yang sudah bertuliskan tahlil dari sang kyai , di suruhlah santrinya menggantungkan secarik kertas itu pada sebelah kanan timbangan .

Peristiwa yang luar biasa mengejutkan para santri semua yang melihat peristiwa itu terjadi . Sontak timbangan itu jomplang ke kanan . Ternyata berat secarik kertas yang sudah di tuliskan kalimat tahlil oleh sang kyai lebih berat daripada seekor sapi yang besar itu.

Akhirnya peristiwa itu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi semua santrinya kyai Kholil. Bahwasanya kalimat-kalimat Alloh itu lebih besar timbangannya di bandingkan apapun jika ditulis oleh orang-orang yang percaya dan alim dengan keikhlasan dan kesucian hati sang penulis.Subkhanalloh "

Tags