DPUPR Lebak Perluas Layanan Sanitasi, SPALD-S 2026 Sasar Tujuh Desa, Salah Satunya Di Desa Cikate
Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus mendorong peningkatan akses sanitasi layak bagi masyarakat melalui program Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) tahun anggaran 2026.
Program tersebut dilaksanakan di tujuh desa di Kabupaten Lebak, salah satunya Desa Cikate, Kecamatan Cigemblong. Pelaksanaannya diharapkan dapat meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang bersih, sehat, dan nyaman.
Pelaksanaan program SPALD-S dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan turut berperan dalam pelaksanaan kegiatan maupun pemeliharaan sarana sanitasi yang dibangun.
Plt Kepala DPUPR Kabupaten Lebak, H. Dade Yan Apriandi, menyampaikan bahwa program sanitasi merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Program SPALD-S merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan akses sanitasi yang layak bagi masyarakat. Kami berharap pembangunan sarana sanitasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga dan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kabupaten Lebak, Verediana Ginanjar, menyampaikan bahwa pelaksanaan program SPALD-S perlu memperhatikan kualitas pekerjaan serta kesesuaian dengan perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Pelaksanaan program SPALD-S harus memperhatikan kualitas pekerjaan dan fungsi sarana yang dibangun. Koordinasi antara pelaksana kegiatan, KSM, pemerintah desa, dan masyarakat juga penting agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya,” ungkapnya.
Ia juga berharap program SPALD-S yang dilaksanakan di tujuh desa tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses sanitasi layak dan menjaga kebersihan lingkungan permukiman.
“Kami berharap sarana sanitasi yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Selain kualitas pembangunan, kesadaran warga untuk menggunakan dan memelihara fasilitas tersebut juga sangat penting agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Di tingkat desa, Ketua KSM Desa Cikate, Juhri, mengatakan pihaknya bersama masyarakat berupaya mendukung pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga.
“Kami berharap program SPALD-S ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Cikate. Kami bersama masyarakat berupaya melaksanakan kegiatan dengan baik dan menjaga fasilitas yang sudah dibangun agar dapat digunakan dalam jangka panjang,” ujar Juhri.
Menurut Juhri, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program. Selain berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan, warga diharapkan memiliki kepedulian untuk menjaga dan memelihara sarana sanitasi yang telah dibangun.
Program SPALD-S di Desa Cikate merupakan bagian dari upaya peningkatan sanitasi di tujuh desa penerima program di Kabupaten Lebak pada tahun 2026. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memperoleh akses sanitasi yang lebih layak serta lingkungan permukiman yang lebih sehat.
Juhri menambahkan, keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada pembangunan sarana fisik, tetapi juga pada kesadaran masyarakat dalam menggunakan dan merawat fasilitas tersebut.
“Yang paling penting bukan hanya pembangunannya, tetapi bagaimana fasilitas ini nantinya bisa digunakan dan dirawat bersama oleh masyarakat,” pungkasnya.
(Red)