King Badak: Bupati Lebak Harus Ingat Asal Usul, Mulutmu Adalah Harimaumu - Menjaga Lisan Itu Lebih Mulia
Menjadi seorang Bupati bukan hanya soal kekuasaan, tapi soal keteladanan. Lisan seorang pemimpin adalah cerminan kepribadiannya. Ironisnya, beberapa pernyataan Bupati Lebak Hasbi Jayabaya belakangan ini dinilai tidak mencerminkan sosok pemimpin yang beretika dan berkepribadian baik.
Narasi yang dilontarkan terkesan arogan, reaktif, dan jauh dari sikap kenegarawanan yang seharusnya dimiliki seorang kepala daerah.
Hal ini disampaikan Ketua Umum DPP Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni, atau yang akrab disapa King Badak. Menurutnya, Bupati Lebak harus kembali pada filosofi dasar kepemimpinan Sunda Banten:
Mulutmu adalah harimaumu.
"Seorang pemimpin itu harus ingat asal-usul. Dari mana dia berasal, siapa yang membesarkannya, dan untuk siapa dia memimpin. Menjaga lisan itu jauh lebih mulia daripada banyak bicara tapi menyakiti rakyatnya sendiri," tegas King Badak, Selasa (27/10/2026).
TIGA CATATAN KRITIS KING BADAK UNTUK BUPATI LEBAK:
1. Pemimpin Harus Menjaga Lisan, Bukan Mengumbar Asumsi
Setiap kata yang keluar dari mulut Bupati adalah kebijakan. Jangan sampai pernyataan yang tidak berbasis data akurat justru menjadi bumerang dan menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat yang sudah susah. Rakyat butuh solusi, bukan sensasi.
2. Jabatan Adalah Amanah Leluhur, Bukan Panggung Arogansi
Lebak adalah tanah jawara, tanah ulama, tanah yang menjunjung tinggi adab dan sopan santun. Arogansi tidak akan pernah membuat seorang pemimpin terlihat besar. Justru kerendahan hati lah yang akan membuat rakyat hormat. Jangan sampai kekuasaan membuat lupa diri dan lupa asal-usul.
3. Kondusifitas Lebak Ada di Tangan Bupati Sendiri
Bagaimana mungkin rakyat diminta menjaga kondusifitas, jika pucuk pimpinannya sendiri yang sering melontarkan pernyataan kontroversi yang memicu kegaduhan? Bupati harus menjadi penyejuk, bukan penyulut api.
"Peribahasa Sunda mengatakan, kudu someah hade ka semah. Seorang Bupati harus someah, ramah, dan menjaga tutur kata. Karena satu kata yang salah dari seorang Bupati, bisa melukai ribuan hati rakyat Lebak," pungkas King Badak.
King Badak berharap Bupati Lebak Hasbi Jayabaya dapat melakukan introspeksi diri, memperbaiki cara berkomunikasi publik, dan kembali fokus pada kerja nyata membangun Lebak, bukan sibuk dengan polemik pernyataan.
"Kepemimpinan yang mulia lahir dari lisan yang terjaga".
(Red)